Showing posts with label indonesia. Show all posts
Showing posts with label indonesia. Show all posts

Thursday, June 14, 2012

Latihan Gerak lanjutan

Latihan Gerak intermediete

Gerak Gempa
Latihan untuk Pemanasan. Semua pemain berdiri melingkar. Permainan ini sangat bagus untuk pemanasan. Semua pemain berdiri melingkar saling berhadapan. 

Instruktur atau seseorang menggetarkan salah satu bagian tubuhnya, misalnya kaki, dan kemudian melempar getaran tersebut kepada orang lain. 

Pertunjukan Teater “THE SONG OF DAJANG RINDU”

Pertunjukan Teater “THE SONG OF DAJANG RINDU”

Komunitas Berkat Yakin, Lampung
Peraih Hibah Seni Kelola 2012
Sutradara: Ari Pahala Hutabarat
 
Hari/Tanggal: Sabtu & Minggu/ 16-17 Juni 2012
Waktu: 16.00 - selesai
Tempat: Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung
Alamat: Jl. Cut Nyak Dien No. 24 Bandar Lampung
Tiket: Rp. 10.000,-
 

Thursday, April 12, 2012

Artikulasi naskah drama

Artikulasi naskah drama
Usaha menghidupkan sebuah naskah drama berarti usaha yang mengacu pada bentuk, karena bentuk dalam seni drama adalah kehidupan itu sendiri.

Sejauh mana bobot kehidupan (mencakup nilai pementasandengan seribu satu unsur yang mendukungnya maupun nilai yang mendukung dibelakang pementasan) akan terwujud dalam suatu

Sunday, April 8, 2012

teater dalam arus budaya

teater membaca tradisi

Dari fakta-fakta di atas menunjukkan pada kita bahwa perjalanan teater Indonesia modern selalu ditandai oleh adanya pergulatan terus menerus dari gejala-gejala sosio-kultural.

Baik dari gejala kebudayaan yang ada dan mengakar di bumi pertiwi ini yang kemudian sering kita sebut sebagai tradisi serta budaya yang masuk dari luar yang pada percampurannya melahirkan budaya kontemporer.

Sebagaimana kodratnya bahwa semua kebudayaan pada suatu waktu akan berubah.

teater membaca tradisi

Teater Membaca Tradisi

Memang, bukanlah hal baru mengupas kegelisahan kehidupan kesenian kita khususnya teater dalam membaca tradisi atau nilai-nilai yang mengakar di bumi pertiwi ini.

Setidaknya wacana menengok tradisi sebagai alternatif bagi teater Indonesia modern telah banyak dikupas pada dekade 1970-an sampai 1980-an.

Jika kita mengungkapnya kembali persoalan tradisi dalam teater di tahun sekarang ini sepertinya kita menggelar bancakan seonggok makanan basi yang telah mengeras dan jamuran.