Showing posts with label moral. Show all posts
Showing posts with label moral. Show all posts

Sunday, April 8, 2012

teater membaca tradisi

Teater Membaca Tradisi

Memang, bukanlah hal baru mengupas kegelisahan kehidupan kesenian kita khususnya teater dalam membaca tradisi atau nilai-nilai yang mengakar di bumi pertiwi ini.

Setidaknya wacana menengok tradisi sebagai alternatif bagi teater Indonesia modern telah banyak dikupas pada dekade 1970-an sampai 1980-an.

Jika kita mengungkapnya kembali persoalan tradisi dalam teater di tahun sekarang ini sepertinya kita menggelar bancakan seonggok makanan basi yang telah mengeras dan jamuran.

Sunday, January 22, 2012

tentang Studi Klub Teater Bandung


StudiKlub Teater Bandung

Biografi STUDIKLUB TEATER BANDUNG, STB, didirikan di Bandung, 13 Oktober 1958 atas inisiatif tujuh tokoh: Jim Lim, Suyatna Anirun, Sutardjo A. Wiramihardja, Adrian Kahar, Tin Srikartini, Thio Tjong Gie (Gigo) dan Soeharmono Tjitrosuwarno. Kecuali Soeharmono yang wartawan, enam sosok lainnya adalah mahasiswa yang telah melakukan pentas kecil-kecilan.

STB didirikan dengan maksud melakukan studi terhadap teater modern yang masih belum populer di masa itu. Kini, STB merupakan kelompok teater modern tertua di Indonesia yang menjadi tempat belajar bagi banyak seniman teater.

Basic analysis of drama


Basic Analysis of Drama

      The basic analysis is the study of basic elements that make up the play. In this analysis process, the director of my study of the entire contents of the play and capture the full picture of what the play as written.

      So, in this stage director will read only the author via lakonnya. Essential elements that must be analyzed by the director are as follows.

The play message.
      The message the play is the main communication materials that were trying to convey to the audience. Success or failure of a theatrical performance is measured by whether or not a message to play to the audience. Therefore, the director must find the key message of the play that has been determined.

Saturday, January 14, 2012

keunikan aktor

Keunikan aktor

Aktor adalah bagian yang memenuhi secara langsung dengan audiens, terkait langsung, langsung dilihat secara keseluruhan. Aktor yang membuat pertunjukan hidup dan memiliki jiwa, sehingga acara menjadi menarik untuk melihat.

Aktor juga berbeda dengan bagian lain dari kru artistik, kru lain bisa melepaskan dirinya dari alat ekspresi wajahnya tetapi tidak untuk para aktor. Seperti pengaturan stylist, dia dapat melepaskan alat ekspresi wajahnya karena ia melampaui dirinya sendiri.

Tuesday, December 27, 2011

mimetik dalam teater

Mimetik dalam teater

Dalam pandangan mimetik, seni teater merupakan cermin dari realitas. Kehidupan nyata yang dihadirkan kembali diatas panggung dengan menjadikannya lebih sederhana melalui kemampuan akting para aktor. 

Jadi, potongan realitas kehidupan yang luas dan utuh ini disajikan ke dalam dunia seni, khususnya teater dalam suara naturalisme, romantisme bahkan realisme, sebuah pilihan yang sama-sama menyajikan potongan realitas utuh.

Sunday, December 18, 2011

Realism theater

Realism Acting 
The fact or realist hailed as the two previous streams everything just to touch the imagination, a world of hope, a world of ideas. People want realism then back to the real world. what's on stage is the embodiment of reality.

Departing from the understanding that art is mimetic, art is a reflection of the real world.Flow of realism is divided into two parts; Social Realism Psychological Realism.

A. Social realism is a stream of pure realism. This stream is much discuss the reality of the social environment of a limp, and to submit the protests as a result of social injustice and inequality.

VISUALIZATION OF THE ACTOR

VISUALIZATION OF THE ACTOR 

If each actor is ready to play their vision, then made ​​referrals to cooperate among themselves for a show.So we started watching 'sowing the seeds begin to bloom'.

Instructors who took pains 'to build young actors' have managed to 'create' a new characterization of quality artists before him.

Thursday, November 24, 2011

Kesenian di sekolah

Pembelajaran kesenian disekolah merupakan salah satu proses penanaman nilai-nilai kebaikan, sopan santun, moral, etika dan tentu saja spiritual, sehingga ia menjadi lebih peka terhadap kehidupan sekitar.

Oleh karenanya kegiatan berkesenian bukan sekadar mengutamakan pencapaian nilai estetik tapi lebih dari itu adalah menanamkan nilai-nilai budi pekerti agar pelakunya memiliki akhlak mulia.

Tuesday, November 1, 2011

Folklor

Folklor, Bahan Pembelajaran Peserta Didik

Sungguh mengagumkan sekali kekayaan khasanah cerita-cerita sejarah yang terdapat di Jawa Timur dengan keelokannya menyimpan misteri yang masih belum terungkap seluruhnya. 

Salah satunya adalah keberadaan folklor atau cerita lisan yang terdapat di daerah, yang belum sempat ditulis di lembaran kertas (pendokumentasian). Manfaat yang diperoleh selain sebagai dokumen juga dapat dijadikan bacaan pengetahuan pelajar.

Monday, August 1, 2011

Membuat cerita anak

Pernahkan kita membaca cerita anak? apabila pernah, apakah terpikir bagaimana membuatnya? dan darimana ide ceritanya?


Membuat cerita untuk anak-anak bukan hal yang mudah tetapi bisa bagi yang mau. Misalnya dari dongeng yang kita dengar.


Disekitar kita sering terdengar dongeng, legenda bahkan sejarah sebuah tempat yang diyakini kebenarannya oleh orang-orang tua. Banyak diantara kita yang percaya banyak pula yang menganggap cerita-cerita tersebut tidak masuk akal. 

Saturday, April 30, 2011

Kenyataan teater di sekolah

Kebudayaan seni budaya di sekolah
Kebudayaan sebuah daerah ditandai dari apresiasi terhadap kebudayaan tersebut. 


Salah satu kebudayaan adalah seni pertunjukan, khususnya teater. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat yang maju adalah masyarakat yang menghargai seni budaya. 



Maka, maraknya pertumbuhan teater sekolah, merupakan situasi yang sangat menggembirakan.


Wednesday, April 27, 2011

Gaya Pementasan Improvisasi

Menentukan Gaya Pementasan
      Bentuk dan gaya pementasan membingkai keseluruhan penampilan pementasan. Penting bagi sutradara untuk menentukan dengan tepat bentuk dan gaya pementasan.

      Bentuk dan gaya yang dipilih secara serampangan akan mempengaruhi kualitas penampilan.

Improvisasi
      Mementaskah teater secara improvisasi memiliki keunikan tersendiri. Sutradara hanya menyediakan gambaran cerita selanjutnya aktor yang mengembangkannya dalam permainan. 

Saturday, April 23, 2011

ruang dan proses kreatif teater

Teater, Ruang, dan Proses Kreatif


Teater – menurut pekerja teater kebanyakan- membutuhkan ruang khusus untuk pementasannya yang disebut panggung atau auditorium. 

Bentuk panggung harus sedemikian rupa dan dilengkapi dengan peralatan tata cahaya, suara dan lain sebagainya. 

Intinya, panggung teater harus didesain khusus dengan bentuk dan ukuran yang khusus. 

teater, karya seni dan media

Teater, Karya Seni, dan Media

Karya teater di sekolah sesungguhnya bukanlah karya seni semata tetapi juga media pendidikan. 

Memang dalam sebuah karya seni murni ada ditawarkan nilai tertentu akan tetapi belum tentu nilai tersebut memiliki aspek fungsi nyata dalam kehidupan. 

Bisa saja nilai yang ditawarkan adalah nilai keindahan semata lain tidak. Dalam konteks pendidikan, teater selayaknya hadir sebagai media pembelajaran.

teater dan konvensi

Teater dan Konvensi
      Gaya pementasan teater secara garis besar menurut Mc Tigue (1992) digolongkan ke dalam 3 induk gaya yaitu; presentasional, representasional, dan post-realistic. 

      Dari ketiga gaya tersebut 2 yang pertama dapat disebut sebagai teater konvensional dan post-realistic dapat disebut non-konvensional. 

      Presentasional atau sering disebut teater klasik adalah teater dengan konvensi tertentu yang mengikat seperti penggunaan bahasa puitis, banyak melakukan aside dan soliloki, akting yang diperbesar dan diperindah serta dikhususkan untuk penonton. 

Friday, April 22, 2011

Perkembangan dan mutu kesenian di sekolah

Perkembangan dan Mutu Kesenian Di Sekolah
Suko Widodo, Universitas Airlangga

Di berbagai sekolah umum (SD, SMP dan SMA), kesenian termasuk salah satu pelajaran wajib dalam kurikulum formal. Sayang, pendidikan kesenian ini seolah kehilangan dukungan, arah dan orientasi utamanya.

Orientasi utama pendidikan seni di sekolah-sekolah antara lain untuk menanamkan nilai-nilai yang dapat mendukung kelestarian suatu tradisi. Nilai-nilai ini bisa meliputi sejarah, adat-istiadat, tata susila, dan spirit dalam suatu karya seni.

Terdapat perbedaan mendasar antara pendidikan seni di sekolah formal dengan pendidikan seni di sekolah khusus seni ataupun dengan sanggar kesenian. Di sekolah khusus kesneian atau sanggar lebih ditekankan penguasaan ketrampilan yang mengarah pada keahlian dan profesionalisme.

Thursday, April 21, 2011

Perkembangan teater nontradisional daerah

Perkembangan Teater Nontradisional Daerah

Teater modern sebagai budaya serapan dari Barat masuk ke Nusantara melalui bangsa Eropa, khususnya Belanda, yang pada saat itu menguasai berbagai sektor kebudayaan masyarakat.

Munculnya teater modern ke dalam wilayah budaya Nusantara tidak sekaligus, tetapi secara bertahap melalui bentuk-bentuk pertunjukan kelompok teater profesional.

Menurut catatan sejarah, bentuk teater Eropa yang pertama kali ditampilkan terjadi pada saat bangsa Indonesia dikuasai oleh Inggris pada tahun 1812.

Kearifan lokal teater tradisional

Pesan Moral (Kearifan Lokal) dalam Pertunjukan Teater Tradisional

      Seni terlahir dari apa yang hidup dan tumbuh di sekitar dan sekeliling kehidupan senimannya: bumi yang dipijaknya, masyarakat di sekitarnya, bangsa dan negaranya, kehidupan sosial politis yang melingkunginya, sejarahnya, semangat, serta cita-cita zamannya. 

Di dalamnya ia hidup dan menghirup kehidupan. 

      Ia adalah anak kandung daerah kehidupannya. Setiap hal yang disuarakan dalam suatu karya seni adalah apa yang tumbuh bergejolak dalam lingkungan masyarakatnya melalui pemikiran dan kerja senimannya. Jadi, seniman adalah corong dari masyarakat dan zamannya.