Showing posts with label art. Show all posts
Showing posts with label art. Show all posts

Thursday, June 14, 2012

Wayang Thengul

Wayang Thengul Bojonegoro

Pertunjukan wayang thengul adalah tradisi pertunjukan wayang golek yang tumbuh dan berkembang di kabupaten Bojonegoro. Kata Thengul dalam penuturan masyarakat berasal dari kata ”methentheng terus menthungul ”. 

Istilah ini menyiratkan makna spirit untuk selalu tampil dipermukaan ruang dan jaman. Wayang thengul Bojonegoro biasanya cenderung menggelar lakon-lakon wayang gedhog, bahkan beberapa lakon terkait dengan Serat Damarwulan yang sering dilakonkan dalam pertunjukan wayang klithik.

Tuesday, May 29, 2012

penguatan karakter pemain/ aktor


Memperkuat karakter seorang aktor

Seorang aktor tentu saja ingin setiap peran yang dia mainkan menjadi kuat dan ber"nas". Sutradara tentu saja telah mengupayakan bagi para aktornya menemukan "jalan" dalam mendekati dan memasuki peran tersebut melalui latihan-latihan yang dilakukan.

Salah satu cara ialah dengan ber monolog. Akan tetapi ini bukan monolog biasa, ini adalah monolog yang bisa menggali apa yang ada dalam benak dan pikiran si aktor terhadap peran, cerita, peran lain, dan berbagai macam hal berkaitan dengan perannya dalam cerita tersebut.

Tuesday, May 15, 2012

Perspektif Kritik dari New Criticsm


Perspektif Kritik New Criticsm

Sebelum kemunculan aliran New Criticsm dan Nouvelle Critique ('300-an sampai '50-an) sejak 1920-an ilmu sastra dianggap sebagai menafsirkan dan menilai karya sastra, dengan perhatian pada sifat-sifat umum sastra dan analisa, tafsiran dan evaluasi tanpa unsur biografik dan historik karya.
pada

Kemudian muncullah aliran New Criticism dan Nouvelle Critique, serta beberapa kelompok dalam majalah Merlyn (Belanda).

Tuesday, April 10, 2012

Mencari Pola bentuk cerita

Mencari pola bentuk
Menghadapi sebuah naskah drama, asli atau terjemahan/ saduran, seorang pekerja teater tidak akan berpikir bagaimana memainkannya, tapi bagaimana menghidupkannya diatas pentas. 

Secara umum tidak ada perbedaan antara ungkapan kapan memainkan dan menghidupkan.

Monday, April 9, 2012

improvisasi verbal

Improvisasi verbal

Target pelatihannya; calon aktor dapat terampil dalam berbicara dan berdialog secara verbal, runut-logis, dan wajar layaknya keseharian serta mampu menyelesaikan ide/gagasan baik terduga ataupun yang tidak terduga di atas panggung.

latihan diawali dengan acara perkenalan masing-masing diri calon pemain.

Sunday, April 8, 2012

teater dalam arus budaya

teater membaca tradisi

Dari fakta-fakta di atas menunjukkan pada kita bahwa perjalanan teater Indonesia modern selalu ditandai oleh adanya pergulatan terus menerus dari gejala-gejala sosio-kultural.

Baik dari gejala kebudayaan yang ada dan mengakar di bumi pertiwi ini yang kemudian sering kita sebut sebagai tradisi serta budaya yang masuk dari luar yang pada percampurannya melahirkan budaya kontemporer.

Sebagaimana kodratnya bahwa semua kebudayaan pada suatu waktu akan berubah.

teater membaca tradisi

Teater Membaca Tradisi

Memang, bukanlah hal baru mengupas kegelisahan kehidupan kesenian kita khususnya teater dalam membaca tradisi atau nilai-nilai yang mengakar di bumi pertiwi ini.

Setidaknya wacana menengok tradisi sebagai alternatif bagi teater Indonesia modern telah banyak dikupas pada dekade 1970-an sampai 1980-an.

Jika kita mengungkapnya kembali persoalan tradisi dalam teater di tahun sekarang ini sepertinya kita menggelar bancakan seonggok makanan basi yang telah mengeras dan jamuran.

sutradara bagi masa depan

sutradara bagi masa depan

Orang-orang yang memntaskan drama hanya untuk menghibur dirinya sendiri kemudian mereka meminta orang lain ikut menyaksikan pementasan itu, maka pertunjukan itu tidak hanya akan berakhir dengan tanpa penonton.

Bahkan pertunjukan semacam itu dapat merusak citra penonton terhadap teater. Seorang sutradar harus mengerti hal ini. Terutama sutradar yang punya cita-cita agung: ingin menggunakan teater sebagai media pendidikan bagi anak-anak muda.

Bekerja sama dalam kelompok teater dalam waktu yang relatif panjang, sutradara dapat memberikan pemahaman yang paling dalam terhadap anaka muda tentang apa sebenatrnyta yang mendorong mereka melakukan pementasan.

teater bagi penonton..

teater bagi penonton

Ada semacam pandangan di mata beberapa pendidik dan orang awam bahwa drama hanyalah semata-mata alat pemuas segelintir orang, kegiatan yang berlatar belakang kesenangan belaka, dan tidak memiliki pengaruh apa-apa terhadap kehidupan manusia. 

Pandangan tersebut terkesan untuk membenarkan bahwa teater itu tidak penting atau bisa juga untuk menolak teater secara keseluruhan. 

Friday, April 6, 2012

Pengertian Emosi

Apa itu emosi?

Sudah lama diketahui bahwa emosi merupakan salah satu aspek berpengaruh besar terhadap sikap manusia.

Bersama dengan dua aspek lainnya, yakni kognitif (daya pikir) dan konatif (psikomotorik), emosi atau yang sering disebut aspek afektif, merupakan penentu sikap, salah satu predisposisi perilaku manusia.

Monday, April 2, 2012

tentang teater Surealis

dalam teater surealis 
 
Teater surealis menggambarkan pengalaman bawah sadar, mimpi, mitologi/ legenda, kemurungan dan struktur yang terputus-putus.

Teater surealis menolak atas anggapan bahwa teater merupakan sebuah pengalaman mistik dan religius (di barat). 

Teater surealis pada mulanya ditujukan untuk mengekspresikan emosi, perasaan, mitologi, alegori melalui fisik bukan verbal yang semuanya berhubungan dengan alam bawah sadar atau mimpi. Sehingga permainan dengan surealis akan menjadikan mimpi menjadi nyata.

Aliran Surealisme

SUREALISME

Surealisme ialah gerakan budaya yang bermula pada pertengahan tahun 1920-an. Surealisme merupakan seni dan penulisan yang paling banyak dikenal. 

Karya ini memiliki unsur kejutan, barang tak terduga yang ditempatkan berdekatan satu sama lain tanpa alasan yang jelas. Banyak seniman dan penulis surealis yang memandang karya mereka sebagai ungkapan gerakan filosofis yang pertama dan paling maju. 

Saturday, March 31, 2012

Macam-macam Improvisasi

Improvisasi solo

Di dalam latihan improvisasi ini aktor tidak mempunyai naskah, tidak mempunyai sutradara.

Ia benar-benar sendiri, bahkan si aktor tidak mempunyai persiapan apapun, satu-satunya yang ia miliki hanyalah persiapan mental. Karena ia berimprovisasi sendirian tanpa pasangan, maka disebut improvisasi solo.

Imprivisasi dalam bermain drama

IMPROVISASI DALAM BERMAIN DRAMA

Improvisasi adalah ciptaan spontan ketika seorang aktor bermain peran.
Menurut Panuti Sudjiman improvisasi merupakan penciptaan seketika, tanpa persiapan atau rencana.

Menurut Ruth Beall Heining ( 1993 : 184 ) improvisasi sebagai aktivitas drama yang dihasilkan secara spontan melalui suatu situasi.

Sunday, January 29, 2012

tokoh Rahman Sabur

Biografi Rahman Sabur


RAHMAN SABUR lahir di Bandung, 12 September 1957, dari pasangan  R.Sabur Purawinata dan Tati Rohana. Sejak kecil sudah akrab dengan dunia kesenian. Ibunya suka menyanyi tembang Cianjuran dan main kecapi-suling. Hampir setiap minggu, dia diajak ayahnya menonton film-film Belanda. Dia sering ‘nonton sandiwara, tari, wayang, reog dan berbagai kesenian rakyat.

teater payung hitam

Teater Payung Hitam

TEATER PAYUNG HITAM didirikan oleh Rahman Sabur pada 1982, di Bandung. Memasuki usia 28 tahun, kelompok ini telah memproduksi 80 pertunjukan. Dan, merupakan salah satu kelompok terdepan teater modern di Indonesia. Payung Hitam telah menjelajahi kota-kota di tanah air dan berpentas di berbagai festival bergengsi di luar negeri. 

Sunday, January 22, 2012

tentang Studi Klub Teater Bandung


StudiKlub Teater Bandung

Biografi STUDIKLUB TEATER BANDUNG, STB, didirikan di Bandung, 13 Oktober 1958 atas inisiatif tujuh tokoh: Jim Lim, Suyatna Anirun, Sutardjo A. Wiramihardja, Adrian Kahar, Tin Srikartini, Thio Tjong Gie (Gigo) dan Soeharmono Tjitrosuwarno. Kecuali Soeharmono yang wartawan, enam sosok lainnya adalah mahasiswa yang telah melakukan pentas kecil-kecilan.

STB didirikan dengan maksud melakukan studi terhadap teater modern yang masih belum populer di masa itu. Kini, STB merupakan kelompok teater modern tertua di Indonesia yang menjadi tempat belajar bagi banyak seniman teater.

Basic analysis of drama


Basic Analysis of Drama

      The basic analysis is the study of basic elements that make up the play. In this analysis process, the director of my study of the entire contents of the play and capture the full picture of what the play as written.

      So, in this stage director will read only the author via lakonnya. Essential elements that must be analyzed by the director are as follows.

The play message.
      The message the play is the main communication materials that were trying to convey to the audience. Success or failure of a theatrical performance is measured by whether or not a message to play to the audience. Therefore, the director must find the key message of the play that has been determined.

Thursday, January 19, 2012

37 tahun berkarya..

37 Tahun Berkarya, Teater Teladan Mementaskan 3 Lakon

Teater Teladan didirikan pada tanggal 17 Maret 1975 sebagai sebuah wadah ekspresi kegiatan ekstrakurikuler pelajar sekolah menengah atas di masa itu bertempat di SMAN 3 Jakarta. Menurut kisah para senior. Teater Teladan ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Malaysia yang akrab dipanggil Pak Cik. Entah siapa nama aslinya.

Beliaulah yang kemudian melatih para pelajar SMAN 3 didalam wadah ekskul tersebut.
Dalam perjalanannya tongkat estafet kepelatihan diturunkan berturut-turut pada Iwan Ichwan,  Nawir Hamzah, Armein Azis (1985-1992), Anwari Natari (1992-1997), Manahan Hutauruk (1997-1999), Joko Nugroho (1999-2001), Manahan Hutauruk (2001-2006), Athpal Sofie Paturusi (2006-2007), Diky Soemarno (2007-2010), Arsi Ramadhan (2011-skr). 
 

the Aesthetics elements in traditional theater

the Aesthetics elements in traditional theater

       In general, the elements supporting the staging of a theatrical tradition consists of a story or play, actors, and audience.

       To support the existence of three elements, raised a number of supporting elements of aesthetic performances like this.