Thursday, June 14, 2012

Memberdayakan teater di sekolah

Memberdayakan Seni Teater di Sekolah

Teater adalah salah satu cabang seni pertunjukan yang paling kompleks karena di dalamnya memuat beragam unsur seni yang dapat digunakan sebagai media ekspresi estetis dalam setiap karyanya. 

Dengan demikian secara alamiah teater membutuhkan proses kerjasama kolaboratif antaranasir yang terlibat di dalamnya. Karena begitu beragamnya unsur yang terlibat atau dapat dilibatkan, seni teater dapat ditinjau dan dipelajari dari bergaram sisi pula. Ada karya teater yang lebih mengedepankan unsur rupa, namun ada pula karya teater yang mengedepankan gerak, musik, kata-kata atau bahkan meramu semuanya ke dalam satu bentuk pertunjukan.

Pembacaan Puisi

Puisi dalam Musikalisasi
 
Dalam musikalisasi puisi tidak semua bait dan teks dilagukan, karena musikalisasi puisi tidak boleh merusak kodrat puisi. Puisi ditulis sebagai teks sastra bukan untuk lagu maka sudah sewajarnya kita tetap mendudukkan puisi pada tempatnya. karena puisi adalah puisi, dengan segala kekhasan yang dipunyainya.

Pembacaan puisi itu sesungguhnya sudah sangat mengandung unsur musik karena puisi dicipta dengan memperhatikan faktor irama. Unsur nada dan melodi dalam musikalisasi puisi dimaksudkan untuk memperkuat suasana dan karakter puisi. 

Wayang Thengul

Wayang Thengul Bojonegoro

Pertunjukan wayang thengul adalah tradisi pertunjukan wayang golek yang tumbuh dan berkembang di kabupaten Bojonegoro. Kata Thengul dalam penuturan masyarakat berasal dari kata ”methentheng terus menthungul ”. 

Istilah ini menyiratkan makna spirit untuk selalu tampil dipermukaan ruang dan jaman. Wayang thengul Bojonegoro biasanya cenderung menggelar lakon-lakon wayang gedhog, bahkan beberapa lakon terkait dengan Serat Damarwulan yang sering dilakonkan dalam pertunjukan wayang klithik.

Pertunjukan Teater “THE SONG OF DAJANG RINDU”

Pertunjukan Teater “THE SONG OF DAJANG RINDU”

Komunitas Berkat Yakin, Lampung
Peraih Hibah Seni Kelola 2012
Sutradara: Ari Pahala Hutabarat
 
Hari/Tanggal: Sabtu & Minggu/ 16-17 Juni 2012
Waktu: 16.00 - selesai
Tempat: Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung
Alamat: Jl. Cut Nyak Dien No. 24 Bandar Lampung
Tiket: Rp. 10.000,-
 

Wednesday, June 13, 2012

Bentuk-bentuk Konflik

Bentuk konflik 
Bentuk konflik terdiri dari dua, yaitu konflik eksternal dan konflik internal. Konflik eksternal adalah konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan lingkungan alamnya (konflik fisik) atau dengan lingkungan manusia (konflik sosial). 

Konflik fisik disebabkan oleh perbenturan antara tokoh dengan lingkungan alam. Misalnya,seorang tokoh mengalami permasalahan ketika banjir melanda desanya. 

Konflik dalam Alur Cerita

Konflik dalam Alur Cerita

Intisari dari drama/teater adalah konflik. Karena dengan adanya konflik maka cerita tersebut menjadi menarik untuk ditampilkan dan dinikmati. Konflik dapat membuat penonton tertarik untuk terus mengikuti atau menyaksikan pementasan drama. 

Apa itu Konflik? Konflik yaitu terjadinya tarik-menarik antara kepentingan-kepentingan yang berbeda, sehingga lakon berkembang dalam suatu gerak alur yang dinamis. 

Alur dapat dibedakan menjadi tiga bagian utama, yaitu situasi awal atau disebut juga pemaparan, konflik, serta penyelesaiannya. Kemudian, 3 bagian tersebut dibagi kedalam bagian yang disebut adegan dan babak.

Seni tradisi dalam Masyarakat

Seni tradisi dalam Masyarakat 
Disamping gamelan di masyarakat juga berkembang kesenian rakyat yang kemunculannya banyak dilatarbelakangi oleh kepentingan masyarakat. Dari perangkat kerja tradisional kita jumpai permainan lesung sebagai alat penumbuk padi yang selanjutnya dikenal dengan nama Kothekan (Jawa). 

Para petugas ronda memainkan kenthongan dengan berbagai irama pukulan sehingga menimbulkan orkes-kentongan.