Showing posts with label manajemen. Show all posts
Showing posts with label manajemen. Show all posts

Thursday, June 14, 2012

Pertunjukan Teater “THE SONG OF DAJANG RINDU”

Pertunjukan Teater “THE SONG OF DAJANG RINDU”

Komunitas Berkat Yakin, Lampung
Peraih Hibah Seni Kelola 2012
Sutradara: Ari Pahala Hutabarat
 
Hari/Tanggal: Sabtu & Minggu/ 16-17 Juni 2012
Waktu: 16.00 - selesai
Tempat: Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung
Alamat: Jl. Cut Nyak Dien No. 24 Bandar Lampung
Tiket: Rp. 10.000,-
 

Sunday, January 22, 2012

Basic analysis of drama


Basic Analysis of Drama

      The basic analysis is the study of basic elements that make up the play. In this analysis process, the director of my study of the entire contents of the play and capture the full picture of what the play as written.

      So, in this stage director will read only the author via lakonnya. Essential elements that must be analyzed by the director are as follows.

The play message.
      The message the play is the main communication materials that were trying to convey to the audience. Success or failure of a theatrical performance is measured by whether or not a message to play to the audience. Therefore, the director must find the key message of the play that has been determined.

Thursday, January 19, 2012

37 tahun berkarya..

37 Tahun Berkarya, Teater Teladan Mementaskan 3 Lakon

Teater Teladan didirikan pada tanggal 17 Maret 1975 sebagai sebuah wadah ekspresi kegiatan ekstrakurikuler pelajar sekolah menengah atas di masa itu bertempat di SMAN 3 Jakarta. Menurut kisah para senior. Teater Teladan ini didirikan oleh seorang berkebangsaan Malaysia yang akrab dipanggil Pak Cik. Entah siapa nama aslinya.

Beliaulah yang kemudian melatih para pelajar SMAN 3 didalam wadah ekskul tersebut.
Dalam perjalanannya tongkat estafet kepelatihan diturunkan berturut-turut pada Iwan Ichwan,  Nawir Hamzah, Armein Azis (1985-1992), Anwari Natari (1992-1997), Manahan Hutauruk (1997-1999), Joko Nugroho (1999-2001), Manahan Hutauruk (2001-2006), Athpal Sofie Paturusi (2006-2007), Diky Soemarno (2007-2010), Arsi Ramadhan (2011-skr). 
 

Sunday, December 18, 2011

Realism theater

Realism Acting 
The fact or realist hailed as the two previous streams everything just to touch the imagination, a world of hope, a world of ideas. People want realism then back to the real world. what's on stage is the embodiment of reality.

Departing from the understanding that art is mimetic, art is a reflection of the real world.Flow of realism is divided into two parts; Social Realism Psychological Realism.

A. Social realism is a stream of pure realism. This stream is much discuss the reality of the social environment of a limp, and to submit the protests as a result of social injustice and inequality.

Tuesday, November 15, 2011

Bagaimana memilih naskah drama?

Ketika menentukan pilihan atas sebuah naskah yang hendak dipentaskan, seorang sutradara harus tahu mengapa dia memilih naskah tersebut dan bukan naskah lain. 

Apa yang hendak “diucapkan” lewat naskah tersebut, dan dengan cara pengucapan yang bagaimana? Bentuk apa yang dipilihnya dan tehnik mana yang dia pakai untuk mewujudkan bentuk pilihannya itu?

Tuesday, November 8, 2011

Karya Guru Seni adalah Mengajar

Apakah karya seorang guru seni? jawabannya adalah mengajar, karena kemampuannya dalam mengajar adalah hasil karya utamanya.

Guru kesenian tidak identik dengan seniman. Karena itu seorang guru kesenian tidak dituntut menjadi seniman. 

Tugas guru kesenian adalah mengajarkan kesenian kepada siswa-siswinya. Karena karya guru kesenian itu adalah mengajar itu sendiri. 

Saturday, April 23, 2011

ruang dan proses kreatif teater

Teater, Ruang, dan Proses Kreatif


Teater – menurut pekerja teater kebanyakan- membutuhkan ruang khusus untuk pementasannya yang disebut panggung atau auditorium. 

Bentuk panggung harus sedemikian rupa dan dilengkapi dengan peralatan tata cahaya, suara dan lain sebagainya. 

Intinya, panggung teater harus didesain khusus dengan bentuk dan ukuran yang khusus. 

teater, karya seni dan media

Teater, Karya Seni, dan Media

Karya teater di sekolah sesungguhnya bukanlah karya seni semata tetapi juga media pendidikan. 

Memang dalam sebuah karya seni murni ada ditawarkan nilai tertentu akan tetapi belum tentu nilai tersebut memiliki aspek fungsi nyata dalam kehidupan. 

Bisa saja nilai yang ditawarkan adalah nilai keindahan semata lain tidak. Dalam konteks pendidikan, teater selayaknya hadir sebagai media pembelajaran.

Sunday, April 10, 2011

Analisis Dasar Naskah Drama

Analisis Dasar Naskah Drama

      Analisis dasar adalah telaah unsur-unsur pokok yang membentuk lakon. Dalam proses analisis ini, sutradara memepelajari seluruh isi lakon dan menangkap gambaran lengkap lakon seperti apa yang tertulis. 

      Jadi, dalam tahap ini sutradara hanya membaca kehendak pengarang melalui lakonnya. Unsur-unsur pokok yang harus dianalisis oleh sutradara adalah sebagai berikut.

Pesan Lakon. 
      Pesan Lakon merupakan bahan komunikasi utama yang hendak disampaikan kepada penonton. Berhasil atau tidaknya sebuah pertunjukan teater diukur dari sampai tidaknya pesan lakon kepada penonton. Oleh karena itu, sutradara wajib menemukan pesan utama dari lakon yang telah ditentukan.

Membentuk Konflik dalam Drama

Membentuk Konflik dalam Cerita
konflik remaja
      Konflik adalah hal penting bagi sebuah pertunjukan, terutama teater atau drama. 

      Dalam berbagai bentuk seni pertunjukan teater seperti pantomim, wayang, drama musikal, bahkan teatrikalisasi puisi sebuah konflik atau klimaks diperlukan sebagai cara agar penonton bisa tetap duduk menonton sampai usai pertunjukan. 

      Beberapa hal yang dapat membentuk konflik dalam cerita seperti watak dan karakter, motif dan plot. Dalam materi sebelumnya telah dijelaskan mengenai plot beserta anatomi dan berbagai bentuknya.

Saat ini akan dijelaskan mengenai watak dan karakter serta yang menguatkan sebuah konflik dalam cerita.

Friday, April 8, 2011

Anatomi Plot/ alur

Anatomi  Plot
Menurut  Rikrik El Saptaria (2006), plot atau alur cerita merupakan rangkaian  peristiwa  yang  satu  dengan  yang  lain  dihubungkan  dengan hukum sebab akibat. Plot disusun oleh pengarang dengan tujuan untuk mengungkapkan  buah  pikirannya  yang  secara  khas.

Pengungkapan  ini lewat  jalinan  peristiwa  yang  baik  sehingga  menciptakan  dan  mampu menggerakkan  alur  cerita  itu  sendiri.  Dengan  demikian  plot  memiliki anatomi  atau  bagian-bagian  yang  menyusun  plot  tersebut  yang  disebut dengan anatomi plot, yakni:

Thursday, April 7, 2011

Tugas para penata artistik

Tata Rias
Yang dimaksud dengan tata rias adalah cara mendandani pemain. Orang yang mengerjakan tata rias disebut penata rias. Tugasnya merias wajah pemain.

Alat-alat rias bermacam ragam dan banyak tersedia di toko. Tentu saja ada yang mahal dan ada yang murah. Untuk merias pemain drama, tidak perlu menggunakan alat rias yang mahal. Apalagi sulit didapat. 

Sebaiknya mempergunakan alat rias yang sederhana, murah, dan mudah didapat. Kalau perlu, sebagian dibuat sendiri. Alat-alat rias itu, misalnya bedak, pemerah bibir, bubuk hitam dan arang, pensil alis gelung palsu, kumis palsu, dan lem.

Seorang penata rias harus memiliki rasa seni yang tinggi. Karena tugasnya merias wajah, ia harus tahu apakah. hasil riasannya sudah cukup bagus. 

Apa. sudah sesuai dengan tokoh yang akan diperankan? Misalnya, merias pemain yang akan memerankan nenek tua. Setelah merias, ia perlu memeriksa kembali dan mengamati dengan teliti apakah pemain yang diriasnya sudah benar-benar tampak seperti nenek tua.