Thursday, April 12, 2012

Artikulasi naskah drama

Artikulasi naskah drama
Usaha menghidupkan sebuah naskah drama berarti usaha yang mengacu pada bentuk, karena bentuk dalam seni drama adalah kehidupan itu sendiri.

Sejauh mana bobot kehidupan (mencakup nilai pementasandengan seribu satu unsur yang mendukungnya maupun nilai yang mendukung dibelakang pementasan) akan terwujud dalam suatu

Tuesday, April 10, 2012

berproses dalam teater


berproses dalam teater

Dalam memainkan naskah drama, berarti kita harus memasuki sebuah disiplin yang khusus, banyak sekali syarat-syarat dan batasan yang harus terpenuhi, tidak cukup hanya bermodalkan ketrampilan vokal, penguasaan fisik, penghayatan peran, dan lain-lain. 

Tidak cukup pula dengan ilmu pengetahuan dan wawasan teater yang luas, referensi

Mencari Pola bentuk cerita

Mencari pola bentuk
Menghadapi sebuah naskah drama, asli atau terjemahan/ saduran, seorang pekerja teater tidak akan berpikir bagaimana memainkannya, tapi bagaimana menghidupkannya diatas pentas. 

Secara umum tidak ada perbedaan antara ungkapan kapan memainkan dan menghidupkan.

Monday, April 9, 2012

improvisasi verbal

Improvisasi verbal

Target pelatihannya; calon aktor dapat terampil dalam berbicara dan berdialog secara verbal, runut-logis, dan wajar layaknya keseharian serta mampu menyelesaikan ide/gagasan baik terduga ataupun yang tidak terduga di atas panggung.

latihan diawali dengan acara perkenalan masing-masing diri calon pemain.

Sunday, April 8, 2012

teater dalam arus budaya

teater membaca tradisi

Dari fakta-fakta di atas menunjukkan pada kita bahwa perjalanan teater Indonesia modern selalu ditandai oleh adanya pergulatan terus menerus dari gejala-gejala sosio-kultural.

Baik dari gejala kebudayaan yang ada dan mengakar di bumi pertiwi ini yang kemudian sering kita sebut sebagai tradisi serta budaya yang masuk dari luar yang pada percampurannya melahirkan budaya kontemporer.

Sebagaimana kodratnya bahwa semua kebudayaan pada suatu waktu akan berubah.

teater membaca tradisi

Teater Membaca Tradisi

Memang, bukanlah hal baru mengupas kegelisahan kehidupan kesenian kita khususnya teater dalam membaca tradisi atau nilai-nilai yang mengakar di bumi pertiwi ini.

Setidaknya wacana menengok tradisi sebagai alternatif bagi teater Indonesia modern telah banyak dikupas pada dekade 1970-an sampai 1980-an.

Jika kita mengungkapnya kembali persoalan tradisi dalam teater di tahun sekarang ini sepertinya kita menggelar bancakan seonggok makanan basi yang telah mengeras dan jamuran.

sutradara bagi masa depan

sutradara bagi masa depan

Orang-orang yang memntaskan drama hanya untuk menghibur dirinya sendiri kemudian mereka meminta orang lain ikut menyaksikan pementasan itu, maka pertunjukan itu tidak hanya akan berakhir dengan tanpa penonton.

Bahkan pertunjukan semacam itu dapat merusak citra penonton terhadap teater. Seorang sutradar harus mengerti hal ini. Terutama sutradar yang punya cita-cita agung: ingin menggunakan teater sebagai media pendidikan bagi anak-anak muda.

Bekerja sama dalam kelompok teater dalam waktu yang relatif panjang, sutradara dapat memberikan pemahaman yang paling dalam terhadap anaka muda tentang apa sebenatrnyta yang mendorong mereka melakukan pementasan.