Tuesday, March 8, 2011

Aliran Ekspresionis

Ketika Realisme tidak mampu menyentuh hal-hal yang bersifat kejiwaan, gagasan dan permasalahan sekelompok manusia yang kompleks serta kebutuhan untuk melangkah kepada metafisik dan simbol-simbol yang menggambarkan kekomplekan kondisi jiwa manusia maka ekspresionis menjadi jalan keluarnya.
Ciri-ciri Aliran Ekspresionis:

Aliran Realisme

Penggali Intan
Kenyataan atau realis diagung-agungkan karena pada dua aliran sebelumnya semuanya hanya menyentuh dunia imaji, dunia harapan, dunia ide. Maka aliran realisme menginginkan manusia kembali pada dunia nyata. apa yang ada diatas panggung adalah perwujudan dari kenyataan. Berangkat dari pemahaman bahwa seni adalah mimetik, seni adalah cerminan dari dunia nyata.
Aliran realisme dibagi menjadi dua bagian; Aliran Realisme Sosial dan Aliran Realisme Psikologis.

1. Aliran realisme Sosial adalah aliran realisme murni. Aliran ini banyak membincangkan realita dilingkungan sosial yang pincang serta mengajukan protes-protes akibat ketidak adilan dan kesenjangan sosial.
Ciri-ciri Aliran Realisme Sosial:

Aliran Romantisme



Setelah berkembangnya aliran klasik maka muncullah golongan yang merasa "bosan" dengan gaya klasik, yang lebih bebas dan mengadopsi paham dramatis, maksudnya ceritanya lebih berwarna dan tidak monoton dengan cerita kerajaan dan dewa.
ciri-ciri aliran Romantisme:

Aliran Klasik

Aliran Klasik adalah aliran yang ada pada awal-ala masa teater, peranan ritus agama dan filsafat menjadi penting karena pada jaman itu banyak pemikir.
Ciri-ciri Aliran Klasik:

Aliran dalam Teater

Dalam kemunculan dan perkembangannya sampai detik ini, teater telah memunculkan berbagai macam aliran yang hadir di tiap jamannya.
Aliran-aliran ini menandai tiap jaman dengan kulturnya sendiri-sendiri dan tentu saja dengan ciri dan karakter yang khas.
Berikut ini adalah macam-macam aliran dalam teater:




  1. Aliran Klasik
  2. Aliran Romantisme
  3. Aliran Realisme
  4. Aliran Ekspresionisme
  5. Aliran Naturalisme
  6. Aliran Eksistensialisme

Macam-macam Komedi

Komedi adalah drama yang menghibur, walaupun unsur komedi bukan hal utama dalam pertunjukannya tetapi sebagai "bungkus" dan brand agar pertunjukannya lebih bisa diterima oleh semua kalangan penonton. Karena bukan rahasia apabila penonton lebih menyukai hal-hal yang lucu dari pada yang serius.
Bisa kita lihat berbagai acara di televisi pasti banyak yang menampilkan acara bergenre komedi dan itu laris  serta ratingnya tinggi. Komedi di setiap jaman memiliki bentuk dan gaya yang berbeda-beda, tetapi satu hal yang pasti adalah komedi tumbuh sesuai kebutuhan dan situasi sosial lingkungan dimana dirinya tumbuh dan berkembang.
Dengan melihat pertunjukan komedi maka kita juga bisa melihat bagaimana situasi sosial, budaya bahkan politik, karena diatas panggung segala kekurangan dan kritik akan muncul sebagai bentuk lelucon. Berikut adalah macam-macam Komedi:

Drama Dan Jenis-Jenisnya

1.Tragedi
Drama yang unsur kesedihannya lebih besar dan harapan untuk kehidupan yang sempurna. Tokohnya ialah tragic hero, artinya pahlawan yang mengalami nasib tragis dan pertentangan antara protagonis dan antagonis berakhir dengan keputusasaan, kehancuran, atau kematian tokoh protagonis.


Drama tragedi ini dapat dibatasi sebagai drama duka yang berupa dialog bersajak yang menceritakan tokoh utama yang menemui kehancuran karena kelemahannya sendiri.