Ketika menentukan pilihan atas sebuah naskah yang hendak dipentaskan, seorang sutradara harus tahu mengapa dia memilih naskah tersebut dan bukan naskah lain.
Apa yang hendak “diucapkan” lewat naskah tersebut, dan dengan cara pengucapan yang bagaimana? Bentuk apa yang dipilihnya dan tehnik mana yang dia pakai untuk mewujudkan bentuk pilihannya itu?




